hasil pencarian

Senin, 27 Oktober 2008

Ogah dan Ableh

Ogah dan Ableh, dua sohib yang sudah sebulan kecanduan ngegelek (ganja), Sabtu lalu tertangkap Polisi. Sempat menginap dua malam di sel, akhirnya hari Senin nya mereka ketemu dengan pak Hakim. Pak Hakim, melihat dua anak muda, harapan bangsa, korban pergaulan masa sekarang, jadi kesel. “Kalian masih muda sudah kecanduan ngegelek… besar nanti mau jadi apa?” tanya Pak Hakim sinis.
“Ampun Pak Hakim… kami cuma ikut² an teman saja…” kata si Ogah. “Iya Pak Hakim… kami kapok deh… nggak lagi…” timpal si Ableh.
Pak Hakim tersentuh juga membayangkan anaknya yang seusia mereka. Setelah berpikir sejenak, Pak Hakim lalu mengambil keputusan.
“Baiklah… kali ini kuampuni kalian… tapi dengan satu syarat… Kalian punya tugas dalam waktu seminggu harus membujuk teman² kalian yang pada ngegelek supaya insyaf… Senen depan kalian kesini lagi untuk kasih laporan.” “Tok… tok… tok…” Hakim mengetuk palu.
Seminggu kemudian…
“Sdr. Ogah… bagaimana dengan hasil kerja Anda…?”
“Lapor Yang Mulia… saya seminggu ini berhasil membujuk teman² saya sebanyak 17 orang… untuk berhenti ngegelek…”
“17 orang???” tanya Hakim… “Bagus, hebat… bagaimana tuh caranya??”
“Begini pak Hakim… saya gambar dua lingkaran… satu besar dan satu kecil…; Lalu saya jelaskan lingkaran yang gede itu otak sebelum mereka ngegelek… sedang yang kecil itu otak setelah mereka ngegelek…”
“Bagus… bagus…” kata Hakim senang… “Lalu Saudara Ableh…”
“Saya bisa membujuk 156 teman saya yang mulia…”
“156???” tanya Hakim kaget… “Bagaimana caranya tuh???”
“Sama… Yang Mulia… saya juga bikin dua lingkaran, yang satu besar… yang satu lagi kecil…”
“Terus…?” tanya Pak Hakim…
“Saya bilang… yang kecil ini lobang pantatku kemarin sebelum masuk bui…”

Tidak ada komentar: