hasil pencarian

Senin, 30 Juni 2008

Bank Naikkan Bunga Deposito

akan menaikkan dana seperti tabungan, giro, dan deposito berjangka menyusul telah dinaikkannya penjaminan oleh Lembaga Penjamin Simpanan. Kenaikan untuk mengimbangi laju sekaligus mencegah larinya dana dari .

Wakil Presiden Direktur Jahja Setiatmadja, Senin (16/6) di Jakarta, mengatakan, bulan depan pihaknya berencana menaikkan dana seperti tabungan, giro, dan deposito berjangka. Saat ini, deposito berjangka satu bulan 5,5 persen per tahun.

Akhir pekan lalu, rapat Dewan Komisioner Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) menaikkan penjaminan bank umum untuk periode 15 Juni 2008-14 September 2008 dalam rupiah sebesar 25 basis poin dari 8,25 persen menjadi 8,5 persen/tahun atau sama dengan level acuan (BI Rate). penjaminan Bank Perkreditan Rakyat ditetapkan 12 persen, sedangkan dalam dollar AS 3,5 persen.

Pejabat Kepala Eksekutif LPS Firdaus Djaelani mengatakan, kenaikan penjaminan didasarkan pertimbangan bahwa beberapa bulan ke depan yang ditawarkan bank akan meningkat seiring dengan naiknya . Selama ini penjaminan menjadi acuan dalam menyesuaikan dananya mengingat hal itu menentukan dijamin tidaknya dana masyarakat oleh LPS jika bank bersangkutan kolaps.

LPS hanya menjamin dana simpanan masyarakat di bank maksimal Rp 100 juta dengan maksimal 8,5 persen/tahun. LPS tidak menjamin dana nasabah yang jumlahnya di atas Rp 100 juta atau bank yang menerapkan di atas 8,5 persen/tahun.

BRI Hartono Sukiman mengatakan, BRI juga tengah mempertimbangkan untuk menyesuaikan dananya. Saat ini, dana BRI masih tetap. Deposito berjangka satu bulan, misalnya, masih pada level 5,25 persen.

Kenaikan dana diperlukan untuk menjaga loyalitas nasabahnya. Tanpa kenaikan dana, perbedaan negatif dengan akan semakin lebar mengingat tahunan (year on year) telah mencapai 10 persen lebih.

Sampai April 2008, dana sebenarnya dalam tren menurun. rata-rata deposito berjangka satu bulan pada April 2008, misalnya, 6,81 persen, turun dibandingkan dengan Maret 2008 sebesar 6,84 persen/tahun.

kredit

Akan tetapi, kenaikan dana akan membawa konsekuensi pada peningkatan kredit. Ini dilakukan bank untuk mempertahankan margin bunga bersih dan keuntungan. “Apabila kenaikan cukup signifikan, bank akan menaikkan bunga kredit untuk mempertahankan margin atau menghindari margin negatif,” kata Dirut BTN Iqbal Latanro.

Ketua Umum Perhimpunan Bank Umum Nasional Sigit Pramono mengatakan, bank-bank yang struktur biaya dananya tinggi akan segera menaikkan kreditnya. “ hanya saling tunggu saja siapa yang akan mulai menaikkan kredit. Namun, bagi bank yang komposisi dananya didominasi dana murah, mereka dalam jangka pendek akan memilih untuk tidak menaikkan . Artinya, mereka lebih memilih mengorbankan margin keuntungan,” kata Sigit.

Tidak ada komentar: